Pages

Friday, June 11, 2010

Agenda PD Solo Juni 2010

19 Juni 2010 : Kunjungan dan latihan bersama di SMPN 27 Surakarta....

20 Juni 2010 : Latihan bersama tingkat Hijau ke atas se-Solo Raya....

25 Juni 2010 : Kerohanian dan silaturahmi ke Pengda Jateng......

27 Juni 2010 : Latihan perdana di UNISRI, Solo.......

Lowongan Kerja

Copy from Milis PD (pesan dari Mas Wasis Pramono)
Dengan ini kami informasikan bahwa Chevron IndoAsia Business Unit akan mengiklankan lowongan pekerjaan di koran Kompas pada hari Sabtu, 12 Juni 2010 untuk menjaring kandidat yang potensial melamar dan bergabung dengan organisasi Chevron IBU. Usaha ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah aplikasi yang masuk dan mendapatkan kandidat terbaik untuk posisi yang ada.
Silahkan membuka link berikut ini untuk melihat Iklan yang akan diterbitkan.
Kami juga akan mengiklankan lowongan posisi Operator untuk lulusan SMU/SMK Teknik (tahun kelulusan 2009-2010) di Riau Post pada hari Sabtu, 19 Juni 2010.
Chevron tidak lagi menerima surat lamaran dalam format kertas (pos) atau e-mail. Semua pelamar diharapkan untuk mendaftar dan melamar melalui recruiting web site (www.chevron. formycareer. com)*. Hanya aplikasi on-line yang akan kami proses untuk seleksi.
Silahkan menyampaikan informasi mengenai lowongan pekerjaan ini kepada keluarga dan teman Anda yang mungkin tertarik untuk melamar dan memiliki kualifikasi sesuai dengan yang dibutuhkan Perusahaan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program IBU External Hiring, posisi-posisi yang dibuka, dan bagaimana cara melamar; silahkan membuka web site e-recruitment di: www.chevron. formycareer. com *. Terima kasih.
*Membutuhkan akses internet
Kami mengharapkan komentar anda. Kirimkanlah komentar atau usulan anda tentang topic dari HR communication melalui ibuhrinfo@chevron. com. Informasi ini akan disimpan dalam IBU HR Web site di http://ssg.ibu. chevron.net/ hr/v5/Default2. asp?s=HRD&p=1 apabila anda ingin membacanya kembali.

Senjata dalam Perisai Diri

Tidak semua aliran beladiri memberikan pelajaran senjata, tetapi semua aliran pasti mengajarkan bagaimana menghadapi lawan yg menggunakan senjata. Beberapa aliran juga ada yg khusus menekuni senjata, seperti Arnis (Filipina) yg mempelajari stick kembar, para samurai yg menekuni pedang kitana atau kungfu yg menekuni bermacam-macam senjata.
Dalam silat Perisai Diri, pelajaran senjata dibagi menjadi 2 macam. Pelajaran senjata wajib dan senjata tambahan. Senjata wajib dipelajari sejak mereka berada di tingkat keluarga, setelah 2 tahun mengikuti Perisai Diri. Adapun senjata wajib tersebut adalah: Pisau, Pedang dan Thoya. Pelajaran tersebut diberikan scr terstruktur dimulai dari dasar pemahaman senjata dan cara penggunaannya.
Mau tau kenapa harus pisau, pedang dan thoya yg menjadi senjata wajib ?
Pisau adalah dasar dari senjata pendek. Setelah mempelajari senjata tersebut, anggota PD diharapkan bisa menggunakan senjata pendek lain spt keris, gunting, pena, dsb. Pedang adalah dasar dari senjata sedang. Sesuai dengan bentuknya, pedang berfungsi untuk memperpanjang dan mempertajam serangan. Setelah mengerti akan penggunaan pedang, siswa diharapkan dapat menggunakan benda dengan panjang yg sama sebagai senjata. Thoya adalah dasar dari senjata panjang. Tidak berbeda dengan yg lain, stl belajar tehnik thoya, siswa diharapkan bisa menerapkan benda apapun yg panjang sbg senjata.
Jadi jelaskan kenapa tiga senjata itu yg dikurikulumkan untuk dipelajari..
Selain senjata wajib, PD juga memberikan pelajaran senjata lain seperti pedang samurai, kipas, abir, pentung, teken, tameng, clurit dll. Seluruh senjata yg tidak termasuk dalam senjata wajib, oleh PD dikategorikan sebagai senjata tambahan. Namun dalam mempelajarinya, tidak terkait dengan tingkatan.
Ada satu hal penting yg perlu diingat dlm pelajaran senjata. Tujuan utama dari pelajaran senjata, bukanlah dengan menunjukan seberapa mahir kita memainkan suatu senjata. Namun lebih mengarah bahwa seorang anggota PD yg telah menguasai tehniknya, dapat menggunakan benda apapun sebagai senjata..

Apa aja sih yang kita pelajari kalau menjadi anggota PD??

Dalam kurikulum Perisai Diri, seorang siswa akan diberikan materi latihan yang mencakup pelajaran:
1. Tangan kosong
2. Senjata
3. Pernafasan
4. Kerohanian
Seluruh pelajaran diatas akan diberikan secara bertahap dan terstruktur sesuai dgn tingkatan yang dimiliki. Setiap tingkatan di Perisai Diri memiliki target tertentu yg harus dicapai oleh setiap anggotanya. Kenapa begitu ? karena target tersebut sangat penting untuk mempelajari tehnik yg lebih mendalam pada tingkatan selanjutnya.
Pelajaran tangan kosong, yang merupakan ‘basic’ dari seluruh tehnik, dipelajari mulai dari tingkat dasar sampai tingkat tertinggi, yaitu Pendekar. Setelah cukup mengetahui pelajaran tangan kosong, siswa mulai diberikan pelajaran senjata pada saat menginjak tahun ke tiga. Senjata yang dipelajari juga bertahap, dimulai dari senjata pendek sampai senjata panjang. Ingin tau lebih dalam lagi? simak aja bagian tangan kosong dan senjata.
Selain tangan kosong dan senjata, Perisai Diri juga memberikan pelajaran pernafasan. Latihan pernafasan digunakan untuk menambah tenaga dalam melakukan serangan dan menambah kecepatan dalam bergerak. Istilah ini lebih dikenal dengan istilah gua-kang dan gin-kang. Namun apa yang diberikan oleh Perisai Diri agak berbeda dengan gua-kang dan ginkang yang berasal dari cina. Mau tau apa bedanya ? simak aja lebih dalam di bagian pernafasan.
Bisa bayangin gak, apa yang bakal terjadi apabila seseorang telah memiliki ilmu tangan kosong, permainan senjata dan pernafasan yang mumpuni (hebat), tapi tidak didasari oleh pelajaran budi pekerti yang luhur? Besar kemungkinan mereka akan jadi sombong dan congkak. Oleh karena itu, selain pelajaran diatas, Perisai Diri juga memberikan pelajaran kerohanian pada siswanya, yang pada dasarnya adalah untuk membimbing para siswanya untuk selalu mawas diri dan sadar bahwa dirinya adalah mahluk Yang Maha Kuasa yang harus ingat akan kebesaran Allah sang Pencipta.
Ada satu keyakinan beliau yang sering diingatkan thd murid-muridnya: "Bila segala sesuatu dikerjakan dengan baik, dan di dasari dengan niat yang baik juga, maka Tuhan akan menuntunnya untuk mencapai cita-cita

Kurikulum Perisai Diri

Tingkatan pesilat PERISAI DIRI dibagi dalam beberapa tingkatan yang masing-masing ditempuh dalam jangka waktu tertentu. Tingkatan tersebut adalah sebagai berikut :

Tingkat
Sabuk
Badge
Lama Pendidikan
Dasar
Dasar I






6 bulan
Dasar II






6 bulan
Calon Keluarga






6 bulan
Keluarga
Putih






6 bulan
Putih Hijau






6 bulan
Hijau






6 bulan
Hijau Biru






1 tahun
Biru (Asisten Pelatih)






2 tahun
Biru Merah (Asisten Pelatih)






2 tahun
Merah (Pelatih)






3 tahun
Merah Kuning (Pelatih)






3 tahun
Kuning (Pendekar Muda)






3 tahun
Pendekar






-

Terdapat perbedaan jenjang tingkatan pesilat PERISAI DIRI di Indonesia dengan pesilat PERISAI DIRI di negara lain. Perbedaannya terdapat pada tingkat Dasar. Untuk PERISAI DIRI di luar negeri tingkatannya adalah sebagai berikut :

Tingkat
Sabuk
Badge
Lama Pendidikan
Basic Level
White Belt






3 bulan
White Green Belt






3 bulan
Green Belt






3 bulan
Green Blue Belt






3 bulan
Blue Belt






3 bulan
Blue Red Belt






6 bulan
Calon Keluarga






6 bulan
Intermediate Level / General Level
Keluarga Putih






6 bulan
Keluarga Putih Hijau






6 bulan
Keluarga Hijau






6 bulan
Keluarga Hijau Biru






1 tahun
Trainer Level
International Assistance I






2 tahun
International Assistance II






2 tahun
International Trainer I






3 tahun
International Trainer II






3 tahun
Pendekar Level / Master
Pendekar Muda






3 tahun
Pendekar






-



Mulai tingkat dasar akan diajarkan teknik-teknik beladiri tangan kosong. Pada tingkat selanjutnya diajarkan juga teknik permainan senjata dengan senjata wajib pisau, pedang dan toya. Dengan dasar penguasaan tiga senjata wajib, pisau mewakili senjata pendek, pedang mewakili senjata sedang, dan toya mewakili senjata panjang, pesilat PERISAI DIRI dilatih untuk mampu mendayagunakan berbagai peralatan yang ada di sekitarnya untuk digunakan sebagai senjata. Teknik tersebut juga dapat digunakan untuk memainkan senjata lain, seperti celurit, trisula, abir, tombak, golok, ruyung (double stick), pentungan, kipas, payung, senapan, rantai, teken, dsb.

Intisari ilmu silat yang dikembangkan RM Soebandiman Dirdjoatmodjo terdiri dari 19 teknik yang disesuaikan dengan kebutuhan dan anatomi tubuh manusia. Ke-19 teknik silat tersebut masing-masing mempunyai ciri khas dalam hal pengosongan, peringanan & pemberatan tubuh, gerak merampas & merusak, menangkis & mengunci, cara menghindar & mengelak, gerak melompat, cara menolak, menebang & melempar, mendorong & menebak, serangan tangan, kaki & badan, pengaturan napas, penyaluran tenaga, serta pengaturan senjata.
Nama Teknik Silat PERISAI DIRI :
1. Minangkabau
11. Satria
2. Cimande
12. Pendeta
3. Batawen
13. Lingsang
4. Bawean
14. Kuda Kuningan
5. Jawa Timuran
15. Satria Hutan
6. Burung Meliwis
16. Putri Bersedia
7. Burung Kuntul
17. Putri Berias
8. Burung Garuda
18. Putri Teratai
9. Harimau
19. Putri Sembahyang
10. Naga


Metode praktis PERISAI DIRI adalah latihan "Serang Hindar". Pada latihan ini, seorang siswa mempraktekkan teknik menyerang dan menghindar, sekaligus mematikan serangan lawan dari berbagai posisi, jarak dan kondisi saat berhadapan langsung. Sekalipun berhadapan langsung dengan lawan, kemungkinan cedera amat kecil karena setiap siswa dibekali prinsip-prinsip dasar dalam melakukan serangan dan hindaran. Resiko kecil pada metode serang hindar inilah yang melahirkan motto "Pandai Silat Tanpa Cedera". Dengan motto inilah PERISAI DIRI menyusun program pendidikan dengan memperhatikan faktor psikologis dan kurikulumnya. Teknik silat PERISAI DIRI terdiri dari lima tahapan, yakni pengenalan, pengertian, penerapan, pendalaman dan penghayatan teknik tersebut.

Pada tingkat tertentu, bagi anggota yang berminat akan diajarkan teknik olah pernafasan yang berguna baik untuk kesehatan, kebugaran, stamina, pembinaan fisik maupun untuk menunjang beladiri, misalnya gwakang, lweekang dan ginkang. Untuk menyeimbangkan gemblengan fisik, pada tingkat tertentu bagi anggota yang berminat akan diberi gemblengan mental spiritual yang dalam PERISAI DIRI dikenal dengan istilah kerohanian secara bertahap untuk memberi pengertian dan pelajaran tentang diri pribadi dan manusia pada umumnya, sehingga diharapkan tercipta pesilat yang bermental baja dan berbudi luhur, mempunyai kepercayaan diri yang kuat, berperangai lemah lembut, serta bijaksana dalam berpikir dan bertindak. Keseimbangan antara pengetahuan silat dan kerohanian akan menjadikan anggota PERISAI DIRI waspada dan mawas diri, tidak sombong, dan setiap saat sadar bahwa di atas segala-galanya ada Sang Pencipta. Keseimbangan paling luhur yakni mengabdi kepada Allah Sang Pencipta.